Checkout

My Shopping Cart

Item
Estimated Total IDR 0
CHECK OUT

We use cookies to provide our services and for analytics and markting. To find out more about our use of cookies, please see our Privacy Policy By continuing to browse our website. you agree to our use of cookies.

AHA and BHA, Which One Is Suitable For You AHA and BHA, Which One Is Suitable For You AHA and BHA, Which One Is Suitable For You
02 November 2019    |   Skin Care

AHA dan BHA, Mana Yang Cocok Untukmu?

Penasaran dengan perbedaan dua senyawa yang tengah hits di dunia kecantikan ini? Yuk, cek di sini!

Secara alami, kulit akan melepaskan sel-sel kulit mati setiap harinya. Sayangnya, sel kulit mati ini kadang gak dapat terlepas sempurna dan masih menempel pada kulit. Ini sebabnya kamu butuh eksfoliasi menggunakan senyawa kimia seperti AHA dan BHA untuk membantu pengelupasannya dalam mencegah penumpukan sel kulit mati dan mempercepat regenerasi agar kulit selalu terlihat glowing.

 

Meski kedua senyawa ini sering banget ditemui sebagai kandungan dalam skincare yang di jual di pasaran, tapi ternyata masih juga bingung memilih jenis eksfoliator yang paling cocok buat kulitmu: AHA atau BHA? Yuk, kita cari tahu kira-kira mana nih yang pas untuk jenis kulitmu berdasarkan penjelasan dari dr. Ridhawati Muchtar, SpKk (Spesialis Kulit dan Kelamin) berikut. Read on, girls!

 

Apa sih AHA itu?

AHA (Alpha Hydroxy Acid) merupakan senyawa asam yang berguna untuk membantu proses pengelupasan kulit mati pada kulit. Selain bersifat melembapkan sehingga cocok buat digunakan bagi pemilik kulit kering, AHA lebih direkomendasikan untuk kulit yang rusak akibat sinar matahari. Contoh kandungan AHA yang sering ditemui adalah glycolic acid, lactic acid, citric acid, malic acid, dan mandelic acid.

 

Lalu, apa sih BHA?

BHA (Beta Hydroxy Acid) lebih direkomendasikan buat mengatasi masalah kulit berminyak karena sifatnya yang mengeringkan. So, buat kamu si pemilik kulit berminyak, serta bermasalah dengan jerawat dan komedo bisa mengandalkan eksfoliator berbahan dasar BHA buat melawan permasalahan tadi. Selain itu, BHA juga bersifat menenangkan, sehingga bisa mengurangi kemerahan pada wajah. Bentuk lain dari BHA yang sering kamu temui adalah salicylic acid.

 

Gimana cara penggunaan AHA dan BHA yang benar?

Nah, sebelum kamu mengaplikasikan kedua senyawa ini pada kulit, dr. Ridhawati memberikan beberapa saran untuk kamu pertimbangkan supaya produk bekerja lebih efektif. Apa saja? Check this out!

  1. Pilih produk yang sesuai masalah kulit.
  2. AHA dan BHA paling efektif dipakai pada kulit yang bersih. Jadi, gunakan produk ini setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner.
  3. Pada penggunaan AHA, pastikan kulit kamu sudah bebas minyak dan benar-benar kering sebelum menggunakan produk.
  4. Sedangkan BHA, kamu bisa langsung menggunakan produk tanpa perlu menunggu kulit hingga kering, karena komponennya larut dalam minyak.
  5. Agar minim iritasi, selalu gunakan sun protection setelah pakai AHA dan BHA di siang hari.
  6. Karena AHA mengandung pelembap yang dibutuhkan kulit selama beregenerasi, jadi cocok buat digunakan dimalam hari.
  7. Sebelum membeli produk eksfoliator, cek konsentrasi kandungan AHA atau BHA. Buat skin care sehari-hari yang kamu gunakan di rumah, batas maksimum AHA hanya sebesar 10 persen dengan keasaman (pH) 3,5 atau lebih. Karena jika dipakai berlebihan, bisa menimbulkan efek negatif pada kulit.

 

So girls, setelah mengenal perbedaan "karakter" dari AHA dan BHA di atas, sudah tahu belum nih mana yang sesuai buat jenis kulit kamu?

Baca Juga : 7 Superfood Ini Bisa Bikin Kulit Wajah Glowing!